Kamis, Maret 26, 2026

Jejak ATR 42-500 Mengarah ke Tebing Selatan Bulusaraung, Peta Pilot dan Serpihan Ditemukan Tim SAR

Maros — Matatajamjurnalis.Com || Pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros memasuki fase krusial. Tim SAR Gabungan mengonfirmasi ditemukannya peta navigasi pilot dan sejumlah serpihan pesawat di sisi selatan tebing Gunung Bulusaraung, titik yang berdekatan dengan koordinat terakhir pesawat sebelum hilang dari pantauan.

Temuan tersebut diperoleh Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 07.46 WITA, oleh SRU 3 yang melakukan penyisiran di jalur ekstrem tebing sebelah selatan Puncak Bulusaraung. Serpihan dan peta pilot itu langsung diamankan untuk kepentingan penelusuran lanjutan dan pendalaman investigatif.

Sejak awal operasi, kawasan Gunung Bulusaraung telah menjadi fokus utama pencarian. Karakter medan yang terdiri dari hutan rapat, jurang curam, serta jalur pendakian terbatas menjadikan operasi SAR berlangsung dengan tingkat risiko tinggi dan membutuhkan koordinasi ketat lintas instansi.

Di lapangan, AKP Syarifuddin Mado dari Samapta Polda Sulawesi Selatan memimpin langsung Tim Rescue Pammat Dit Samapta Polda Sulsel. Ia mengoordinasikan pergerakan personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, Basarnas, TNI, BPBD, relawan, serta potensi SAR lokal, dengan dukungan peralatan komunikasi dan evakuasi medan berat.

Menurut AKP Syarifuddin Mado, strategi pencarian dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan prioritas utama keselamatan personel, mengingat kontur Gunung Bulusaraung yang tidak memungkinkan pergerakan cepat tanpa perhitungan risiko.

Penyisiran dilakukan melalui jalur darat dengan pembagian sektor pencarian, serta diperkuat pemantauan udara untuk mengidentifikasi titik-titik yang tidak dapat dijangkau secara langsung. Temuan peta pilot dinilai menjadi indikator penting untuk memetakan ulang kemungkinan lintasan akhir pesawat.

Hingga laporan ini disusun, pencarian korban belum dihentikan dan masih terus berlangsung. Tim SAR Gabungan menegaskan bahwa seluruh informasi yang berkembang di publik harus merujuk pada data resmi di lapangan, bukan spekulasi.

Aparat juga membuka ruang koordinasi dengan warga setempat, pemandu lokal, dan pendaki berpengalaman yang memahami karakter Gunung Bulusaraung, guna mempercepat proses penelusuran di sektor-sektor rawan.

Operasi SAR dipastikan akan terus dilanjutkan hingga terdapat kejelasan menyeluruh terkait nasib pesawat dan penumpangnya.

Redaksi :MTJ

Sumber Berita:AKP.Syarifuddin Mado

Editor :ASM

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments