Selasa, Februari 24, 2026

Rotasi Elite Reskrim dan Narkoba Polda Sulsel: Ujian Nyata Dimulai Setelah Tepuk Tangan Usai

Makassar – Matatajamjurnalis.Com || Dua kursi panas di Polda Sulsel resmi berganti. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) dan Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) menjalani serah terima jabatan (Sertijab) di Lobby Lt.1 Mapolda Sulsel, Jumat (20/02/2026).

Seremoni berlangsung khidmat. Tepuk tangan terdengar. Foto-foto diambil. Namun publik tahu, ujian sesungguhnya baru dimulai setelah acara selesai.

Kombes Pol. Dedi Supriyadi, S.I.K., yang sebelumnya memimpin Reskrimsus, kini bergeser ke Bareskrim Polri sebagai Kasubdit II Dittipideksus. Posisinya digantikan Kombes Pol. Dr. Andri Ananta Yudhistira, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri.

Di lini pemberantasan narkotika, Kombes Pol. M. Eka Fathurrahman, S.H., S.I.K., dipromosikan sebagai Kabagbin PPNS Rokwass PPNS Bareskrim Polri. Tongkat estafet Dirresnarkoba kini dipegang Kombes Pol. Sugeng Sudarso, S.I.K., S.H., M.M.

Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa rotasi adalah hal lumrah dalam dinamika organisasi dan bagian dari pembinaan karier. Pernyataan normatif itu benar adanya. Namun publik tidak sedang menunggu teori manajemen SDM. “Yang ditunggu adalah hasil”.

Reskrimsus adalah garda depan dalam penanganan perkara korupsi, tindak pidana ekonomi, dan kejahatan siber di wilayah yang sensitif, penuh tekanan, dan sering kali bersentuhan dengan kepentingan besar. Setiap keputusan, setiap SPDP, setiap penetapan tersangka, akan menjadi ukuran keberanian.

Di sisi lain, Narkoba adalah medan perang yang tak pernah benar-benar sepi. Jaringan lama kerap tumbuh kembali. Pengungkapan demi pengungkapan sering terjadi, tetapi pertanyaan klasik tetap muncul: apakah jaringan terputus, atau hanya ranting yang dipangkas?

Pergantian pejabat tanpa pergeseran strategi hanya akan menghasilkan statistik rutin. Yang dibutuhkan Sulsel bukan sekadar pergantian nama di papan struktur, melainkan lompatan pendekatan: transparansi yang lebih terbuka, komunikasi publik yang jujur, dan keberanian menyentuh perkara besar tanpa pandang bulu.

Masyarakat kini mengawasi dengan cara yang berbeda. Media sosial mempercepat kritik. Informasi bocor lebih cepat dari konferensi pers. Setiap langkah aparat bisa diuji publik dalam hitungan menit.

Rotasi telah dilakukan. Promosi telah diberikan. Struktur telah diperbarui.

Sekarang pertanyaannya sederhana:

Akankah kepemimpinan baru sekadar melanjutkan pola lama, atau berani menciptakan standar baru?

“Di Polda Sulsel, jam ujian sudah berdetak”.

 

Redaksi :MTJ

Editor : ASM

 

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments